Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Shalawat dan salam teruntuk baginda nabi Muhammad shalallahu “alaihi wasallam.
Suatu ketika saya pernah membaca sebuah buku, ditulis oleh salah satu penulis ternama di Indonesia. Ada beberapa kalimat yang sangat menarik perhatian saya yaitu bahwa dalam hidup, kita membutuhkan orang-orang yang mampu memperbaiki cara pandang kita. Setiap orang harus memperluas pandangannya, jika ingin melihat anugrah kehidupan yang tidak terbatas.
Perhatian besar tertuju pada kalimat orang-orang yang mampu memperbaiki cara pandang. Hal ini sangatlah penting, karena jika kita bertemu dengan orang-orang yang seperti ini, akan berdampak besar dalam hidup. Perubahan-perubahan besar akan terjadi. Orang yang memiliki cara pandang biasa saja tentang kehidupan, adalah orang yang tidak mempunyai visi atau tujuan. Tanpa tujuan, maka tidak akan ada pencapaian, baik dalam ibadah maupun dalam pekerjaan.
Berbincang tentang pandangan hidup, suatu ketika ada dua orang yang bersahabat karib, memiliki profesi yang sama. Salah satu dari mereka berujar, jika nantinya mendapat insentif dari tempat mereka bekerja, maka hal pertama yang akan dilakukan bukan membeli kendaraan atau rumah, tapi hal pertama yang akan dilakukan adalah pergi ke tanah suci.
Ucapan itu terus terngiang dalam ingatan sahabatnya, sampai ketika sudah bertahun-tahun lamanya sejak dialog itu terjadi, si sahabat karib memperoleh insentif pertama dari profesinya. Seketika, ia tidak menginginkan hal-hal yang berbau duniawi. Yang ia ingat hanyalah ibadah ke tanah suci seperti apa yang dikatakan sahabatnya dulu, walau dari segi penghidupan belumlah bisa dikatakan berlimpah harta. Maka, segeralah ia mendaftar, dan berhasil melaksanakan ibadah umroh.
Selang beberapa tahun kemudian, sahabat yang berujar tentang umroh akhirnya menyusul mendapatkan insentif dari profesinya, dan segera mendaftar umroh juga.
Jika kita amati, banyaklah di luar sana, orang yang berlimpah hartanya, badannya sehat, kesempatan untuk beribadah ada, namun belum terketuk pintu hatinya untuk melaksanakan ibadah ke tanah suci. Rumah, kendaraan, liburan, barang-barang mewah telah menjadi kebutuhan yang lebih utama daripada ibadah yang sangat besar pahala dan keutamaannya.
Maka sekali lagi, begitulah jika diri bergaul dengan orang-orang yang tidak memiliki cara pandang tentang ibadah. Yang ada hanyalah penundaan dan tidak tau kapan akan dilaksanakan.
Dalam menjalani kehidupan, memang kita sebaiknya memperluas pergaulan kita, keluar dari zona nyaman, dan tidak melakukan hal-hal yang monoton. Bukankah disampaikan dalam sebuah hadist bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin? Maka, inilah sebuah visi yang harus kita garisbawahi.
Bertemulah dengan orang-orang baru, yang bisa memberikan ide dan persepsi yang baru. Misalnya orang-orang yang mempunyai pekerjaan dan latar belakang yang berbeda. Tentu saja, orang-orang yang menuntun kita untuk lebih menyadari hakikat hidup sebagai seorang hamba, bahwa Sang Pencipta telah memberikan banyak karunia, dan apa yang menjadi kewajiban sebagai makhluk ciptaan-Nya.
Bumi Allah, 29 September 2024 M
25 Rabi’ul Awal 1446 H
Bakda Ashar
Oleh : Ajeng J. Prihatina
Founder Umroh Muda Squad

Hi, this is a comment.
To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
Commenter avatars come from Gravatar.