JANGAN RAKUS SAAT UMROH

Salah satu penunjang kelancaran dalam aktifitas ibadah adalah tentu saja makanan. Makanan sebaiknya cukup bernutrisi, dan disesuaikan dengan kebutuhan, jangan terlalu banyak hingga kekenyangan, juga jangan terlalu sedikit sehingga badan menjadi tidak bertenaga.

Biasanya travel umroh menyediakan makanan prasmanan bagi para jemaah, sehingga mereka bisa mengambil sendiri sesuai selera. Menu terdiri dari makanan pembuka, hidangan utama, dan makanan penutup. Komposisi sangat lengkap mulai dari salad buah atau salad sayur, nasi beserta lauk pauk berupa olahan sayur dan daging atau sosis dan nugget, telur rebus, kentang panggang, aneka roti lengkap dengan selainya, aneka kue basah, puding, buah-buahan, dan untuk minuman ada berbagai pilihan jus, air mineral, kopi, juga susu.
Waktu makan adalah waktu yang sangat istimewa dan dirindukan. Jemaah pasti akan sangat terkenang, bagaimana kebersamaan saat melahab makanan bersama jemaah lain. Tak jarang ketika pulang akan sangat merindukan yang namanya, kerupuk! Ya kerupuk warna warni yang ternyata banyak diminati.

Hari demi hari menghabiskan waktu di tanah suci tak jarang kami mengamati kebiasaan makan para jemaah dari Indonesia. Ada yang tipe ambil semua jenis makanan di piring sehingga tak jarang akhirnya tidak habis. Mungkin karena penasaran, dan sebagian lagi adalah tipe ambil seperlunya saja, lalu dihabiskan sampai bersih.
Dalam kondisi lapar, memang disinilah letak ujiannya, seakan bisa menghabiskan semua yang telah diambil ke dalam piring. Tetapi, ketika baru mencoba beberapa suap ke dalam mulut, sebentar saja akan terasa kenyang.

Maka dari itu, perlulah kehati-hatian kita. Hindari melakukan sesuatu yang mubadzir, hingga hilang keberkahannya. Seringkali dalam agenda manasik para jemaah dibekali, bahwa semua makanan disana enak. Maka penting juga untuk membekali, ambil makanan seperlunya, secukupnya, jangan berlebihan, jika kurang silahkan bisa mengambil lagi. Alhamdulillah, di Samira Pembekalan seperti itu juga diberikan kepada para jemaah.

Jadi sahabat semua, niatkan sebelum makan bahwa makanan akan dihabiskan, niatkan bahwa makan untuk kemudahan dalam ibadah, niatkan apa yang dimakan menambah rasa syukur. Sambil makan doakan kebaikan bagi mereka yang sudah memasak, bagi mereka yang sudah menghidangkan, bagi mereka yang menyiapkan dan menata piring untuk kita, dan yang membereskan piring-piring dan gelas kita yang kotor. Sungguh, mereka sangat berjasa besar untuk kita. Dengan begitu, maka akan menambah kehati-hatian kita. Dan akhirnya aktifitas makan kita penuh dengan dzikir atau mengingat Allah. Alhasil, jika melihat piring kita bersih, kita akan bahagia disertai rasa syukur. Para pelayan yang mengambil piring kita juga akan bahagia, apalagi jika kita turut serta merapikan jika kadang ada makanan atau tisu tercecer.

Ucapkan terimakasih ketika mereka membereskan meja kita. Itu adalah hal kecil yang menimbulkan rasa damai. Bukankah Rasulullah hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam? Maka, sudah seharusnya kita juga turut meneladani untuk beradab yang baik kepada semua yang ada di sekitar kita, baik kepada makanan yang terhidang, atau kepada semua yang telah melayani keperluan makan kita. Dan sekali – lagi, hindari membuang-buang makanan!

 

Makkah, 20 Oktober 2024

Catatan Perjalanan Tour Leader Samira Travel,
Ajeng J. Prihatina

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat
Tanya Langsung
Assalamu'alaikum,
ada yang bisa saya bantu?