Sebagai generasi muda tentunya harus mempunyai visi yang besar dalam hidup, visi yang tak hanya tentang kehidupan duniawi, tapi bagaimana sebaik mungkin menyiapkan bekal untuk kehidupan nanti.
Umroh muda adalah sebuah gerakan yang ingin selalu digaungkan, berkaca dari pengalaman bahwa betapa nikmatnya beribadah di tanah suci, ketika usia masih muda, kondisi fisik masih prima, ingatan masih kuat, badan yang sehat. Maka, lahirlah sebuah visi yaitu ibadah terbaik di waktu muda.

Kata muda juga identik dengan sikap tangguh, cerdas, berani, bertanggung jawab, percaya diri, dan energik. Maka pertanyaan yang sering muncul, kepada siapa seharusnya yang muda mempersembahkan waktu terbaiknya? Tentu saja jawabnya adalah, harusnya kepada Allah Ta’ala yang telah menciptakan kita sebagai sebaik-baiknya ciptaan.
Muda juga berarti semua yang usianya masih muda, dan semua yang berjiwa muda. Siapapun yang berjiwa muda tentunya akan berusaha memaksimalkan segala ikhtiar dalam hidupnya. Yaitu ikhtiar dalam mencari keridhoan Allah semata.
Ajakan umroh di waktu muda, melaksanakan haji di waktu muda, tanpa sedikitpun bermaksud mengecilkan perjalanan mereka yang sudah usia tak muda tapi semangat ibadah membaja, itulah juga semangat ibadah yang selalu muda.
Visi umroh muda adalah juga untuk menggaungkan sebuah gerakan besar bahwa anak-anak kita, adik-adik kita, haruslah mempunyai cita-cita ke Baitullah di waktu muda, sedini mungkin, dan sebagai orang tua haruslah selalu menanamkan untuk beribadah ke Baitullah di waktu muda.

Tak hanya itu, betapa banyak sekali para ulama, para tokoh besar, mencapai prestasi dalam ilmu, dalam perjuangan kejayaan Islam, di waktu yang masih sangat belia.
Tak kurang inspirasi kita, jika menengok kembali Sahabat Rasulullah, yang membersamai perjuangan dakwah beliau juga ketika muda.
Dan penyemangat kita berikutnya wahai sahabat, bahwa tujuan akhir kita adalah Syurga yang Allah sebutkan penduduknya semua adalah muda, tidak pernah menua.
Dari Mu’azd bin Jabal Radhiyallahu anhu, sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
عن معاذ بن جبل رضي الله عنه أن النبي- صلى الله عليه وسلم- قال: «يَدْخُلُ أَهْلُ الجَنَّةِ الجَنَّةَ جُرْداً مُرْداً مُكَحَّلِينَ أَبْنَاءَ ثَلاثِينَ، أَوْ ثَلاثٍ وَثَلاثِينَ سَنَةً». أخرجه أحمد والترمذي.
“Para penghuni surga masuk surga dalam keadaan tubuh berseri, bercelak, berusia tiga puluh tahun atau tiga puluh tiga tahun.”
(HR. Ahmad)
Maka, sungguh, bukankah ini sangat menggugah dan menggetarkan jiwa kita sahabat oleh karena cita-cita tertinggi menjadi penduduk Syurga yang berseri, berusia tiga puluh tahun, atau tiga puluh tiga tahun. Dan semua itu bisa diraih tentu saja dengan perjuangan yang gigih, ketika kita masih di dunia.

Maka dengan mengucap Bismillaahirrahmaanirraahiim, di kota Makkah yang tercinta, bersamaan dengan usainya pelaksanaan ibadah umroh, tepat di hari santri ijinkan kami menggugah dan mengajak siapa saja untuk umroh di waktu muda, untuk menjadi Umroh Muda Squad, dan meneruskan wasilah nabi Ibrahim ‘alaihisalam kepada siapa saja.
Dari satu nama ini semoga lahir, para pejuang, umroh muda squad dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia.
Sahabat semua akan menyaksikan bahwa yang muda berbondong-bondong ke tanah suci. Tak hanya sekali, tapi berulang kali. Ruh keimanan dan ketakwaan penduduk kota Makkah dan Madinah akan senantiasa terpatri di dalam hati.
Akhir kata, sahabatku yang dirahmati Allah, sahabatku teman berjuang ke Baitullah dan ke syurganya Allah, semoga Allah meridhoi visi dan cita-cita kita, serta dimudahkan jalannya.
Akhir kata,
Salam Mulia Bahagia sejahtera
Sampai jumpa di Baitullah
Makkah, 22 Oktober 2024
Ajeng J. Prihatina
Founder Umroh Muda Squad
“Mari Umroh Selagi Muda”
